Selasa, Oktober 16Website Resmi DPRD Kota Bandung

Aksi Bully Bocah SD, DPRD Bandung akan Panggil Pihak Sekolah

Bandung – DPRD Kota Bandung merasa prihatin insiden bully yang dilakukan siswa SD di Kota Bandung yang videonya viral di media sosial. Pengawasan pihak sekolah dipertanyakan perihal aksi bully tersebut.Pada Jumat (31/8/2018) kemarin, warganet dihebohkan dengan viralnya video bully yang dilakukan bocah SD di dalam kelas. Video itu menyebar melalui media sosial Instagram, salah satunya diunggah oleh pemilik akun @seeking_dorothy58.

“Pertama adalah tentu prihatin ternyata ada aksi (bully) anak-anak golden age, anak-anak butuh bimbingan. Saya sayangkan pengawasan (yang dilakukan) guru di sekolah tersebut,” kata Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung Ahmad Nugraha, saat dihubungi, Sabtu (1/9/2018).

Seharusnya, dia menilai, aksi bully itu tidak perlu terjadi bila pengawasan maksimal dilakukan pihak sekolah. Harusnya, sambung Ahmad, guru atau wali kelas senantiasa mengawasi anak didiknya.

“Kalau tidak ada pembelajaran (guru harusnya) mutar ke setiap kelas. Karena pendidikan harus menjangkau seluruh aspek. Pengawasan harus dilakukan dengan baik,” ujarnya.

DPRD Kota Bandung berencana memanggil kepala sekolah dan Dinas Pendidikan untuk meminta penjelasan terkait kasus bully yang terjadi di salah satu SD ternama di Bandung. “Akan kita panggil kepala sekolah (SD tersebut) untuk minta penjelasan. Pendidikan itu harus bangun rasa kasih sayang, toleransi juga,” kata Ahmad.

Menurutnya, pihak sekolah harus menjelaskan secara rinci kenapa aksi bully yang dilakukan siswa didiknya bisa terjadi. Sebab dia menduga insiden bully ini bukan sekali terjadi. “Aksi bully seperti ini masa sampai tidak ketahuan. Muncul bully pasti tidak sekali. Apalagi ini banyakan, masa tidak ketahuan,” tuturnya.

Terlepas dari itu, pihaknya meminta agar semua sekolah untuk meningkatkan pengawasan. “Jangan kemudian membangun sikap premanisme di SD,” ujar Ahmad
(mso/bbn) (https://news.detik.com)