Sabtu, Agustus 18Website Resmi DPRD Kota Bandung

Dewan Nilai Mesin Parkir di Bandung Mubazir

Bandung – Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Folmer Siswanto Silalahi meminta Dishub Kota Bandung tidak hanya menerapkan zona parkir non tunai di Jalan Braga panjang dan Jalan Braga pendek.

Menurut Folmer, seharusnya penerapan zona tersebut berlaku di semua daerah. Sebab saat ini ratusan mesin parkir untuk kendaraan bermotor terpasang di hampir semua daerah Kota Bandung.

“Kenapa baru sekarang? Ini kan sudah lama mesin parkir itu ada. Sudah mau setahun. Dan zonasi itu memang dari awal kan di Braga, prototipenya saja di sana. Seharusnya ini sudah mulai serentak,” ujar Folmer saat berbincang dengan detikcom melalui sambungan telepon, Jumat (4/5/2018).

Semestinya, kata Folmer, pemerintah jangan belanja banyak mesin parkir yang ternyata fungsinya tidak efektif. “Harusnya kan percontohan dulu. Beli beberapa, terapkan misal di Braga atau Otista yang benar-benar potensial. Kita bisa lihat sekarang malah mubazir,” katanya.

Selain mubazir, Folmer khawatir mesin parkir tidak terawat. “Sekarang siapa yang bisa menjamin mesin parkir sebanyak itu aman? Kalau rusak? Ini kan beberapa disimpan di tempat sepi, sangat rawan. Apalagi itu harganya mahal per unit 125 juta rupiah,” ucapnya.

“Jangan sporadis, jangan hanya seremonial saja. Tapi harus dipikirkan efektifitas agar tidak mubazir seperti sekarang,” lanjut politisi PDIP itu.

Folmer meminta Dishub segera melakukan sosialisasi secara menyeluruh mengenai fungsi mesin parkir. Selain itu, dia meminta segera dilaksanakan koordinasi dengan penyedia uang elektronik agar warga mudah mendapatkannya.

news.detik.com