Selasa, Oktober 16Website Resmi DPRD Kota Bandung

Dilema Pasar Tumpah Gasibo Bandung

Setiap hari Minggu Lapangan Gasibu dipadati masyarakat yang berolah raga. Keramaian itu dimanfaatkan pedagang untuk menjajakannya jualannya.

Kondisi ini terjadi mulai sekitar 2000-an. Dari sana, sedikit demi sedikit jumlah pedagang di kawasan Gasibu semakin banyak hingga akhirnya membeludak pada saat ini.

Tak hanya di Lapangan Gasibu, pedagang juga memadati jalan-jalan di sekitar Gasibu, seperti Jalan Surapati, Diponegoro, Sentot Ali Basyah, Gazeboo, dan Japati hinga ke arah Monumen Perjuangan, seolah-olah lupa bahwa trotoar dan badan jalan bukan tempat untuk berjualan.

Imbasnya mudah ditebak, macet. Arus kendaraan dari arah jalan layang Pasupati biasanya stagnan, begitu pula dari arah PHH Mustopha dan Surapati karena badan jalan di sekitar Gasibu dipenuhi penjual dan pembeli.

Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Sambodo Purnomo mengatakan pedagang pasar tumpah harus direlokasi karena menimbulkan kemacetan parah. Banyak terlontar kekesalan dari pengguna kendaraan dari arah Pasupati yang kena macet berjam-jam.

Pemkot Bandung sendiri sudah menyatakan keseriusannya merelokasi pasar tumpah di kawasan Gasibu.