Kamis, Juni 21Website Resmi DPRD Kota Bandung

DPRD Kota Bandung Pertanyakan Skywalk Cicadas

BANDUNG, (PR).- DPRD Kota Bandung menuding Pemkot Bandung tak terbuka dalam pengalokasian dana, yang disebut-sebut sebesar Rp 80 miliar, untuk proyek pembangunan Skywalk Cicadas.
Proyek yang digadang bisa menuntaskan permasalahan akibat pedagang kaki lima (PKL) Cicadas ini tak pernah dibahas dalam penyusunan anggaran.

“Tidak pernah ada pembahasan tentang proyek skywalk. Saya sudah cek ke bagian notulensi rapat Badan Anggaran juga tidak ada. Itu dari mana datangnya anggaran Rp 80 miliar?” tutur anggota Komisi A DPRD Kota Bandung Tomtom Dabbul Qomar, Rabu 31 Januari 2018 siang.

Proyek Skywalk Cicadas diawali dengan pengerjaan kajian teknis dengan alokasi dana Rp 409 juta pada tahun anggaran 2017. Konstruksi ini bakal dibangun di atas Jalan Kiaracondong antara Jalan Layang dan Jembatan Pelangi.

Menurut Tomtom, alokasi anggaran untuk proyek ini tidak semestinya disamarkan dalam pos anggaran jalan dan jembatan. Keputusan ini merupakan upaya penyembunyian yang justru memunculkan berbagai tanda tanya.

“Kalau memang proyek ini bertujuan baik, kenapa harus disembu­nyikan? Kenapa harus disamarkan dalam pos anggaran yang lain? Ini yang kami pertanyakan,” katanya.

Tomtom menjelaskan, DPRD mendu­kung upaya pemkot dalam menata PKL Cicadas. Permasalahan ini sudah menahun dan selalu gagal dituntaskan oleh para ke­pala daerah yang pernah menjabat.

Menurut Tomtom, penataan PKL Cica­das pen­ting untuk mengembalikan hak pemilik toko dan pejalan kaki yang selama ini direbut oleh keberadaan PKL.

Tomtom memberikan catatan kritis terhadap proyek skywalk ini. Menurut dia, harus ada kajian yang matang terhadap per­untukan infrastruktur baru ini. Bukan hanya dari sisi teknis, tapi juga dari sisi sosial. Pemkot diminta tak memukul rata fungsi skywalk ini dengan apa yang sudah dibangun di Cihampelas.

“Ada perbedaan mencolok di kedua wilayah ini. Cihampelas adalah kawasan wisata. PKL di sana mayo­ritas berjualan suvenir dan kuliner. Di Cicadas, penjual sayur dan barang-barang basahan lain banyak. Bagaimana nasib me­reka kalau nanti dipindah ke skywalk?” katanya.

Tomtom juga menekankan pentingnya evaluasi Skywalk Cihampelas. Menurut dia, dengan evaluasi yang komprehensif, akan diketahui efektivitas bangunan baru tersebut sehingga bakal diketahui layak tidaknya diduplikasi di titik lain.

Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial mengklaim, mayoritas pedagang sudah sepakat dengan pembangunan Skywalk Cicadas. Para pemilik toko juga menyatakan dukungan mereka.

“Para pemilik toko sa­ngat senang dengan konsep Skywalk Cicadas. Trotoar akan ditata lagi sehingga semua kembali ke fungsi semula,” tuturnya.

Oded juga menyatakan, dana untuk pro­yek ini sudah terakomodasi di APBD 2018. Ia berharap proyek ini bisa dituntaskan sebelum masa jabatannya berakhir. [http://www.pikiran-rakyat.com]