Rabu, September 26Website Resmi DPRD Kota Bandung

Para Pedagang dari Pasar Tradisional yang Berdemonstrasi Diterima Oleh Komisi B DPRD Kota Bandung

BANDUNG – Setelah melakukan aksi damai alias demonstrasi di kantor PD Pasar Bermartabat dan Balai Kota Bandung, para pedagang dari sejumlah pasar tradisional Kota Bandung datang ke kantor DPRD Kota Bandung.
Kedatangan para pedagang tersebut langsung diterima oleh Komisi B DPRD, tepatnya oleh Sekretaris Komisi B, Kurnia Solihat.

Dalam kesempatan itu, perwakilan pedagang, yakni Dindin, Kurniana, Agus, dan Dudeng menyampaikan beberapa aspirasi para pedagang di sejumlah pasar tradisional Kota Bandung.

“Kami sepakat ingin memberhentikan direksi PD Pasar,” ujar satu pedagang, Agus, dalam pertemuan dengan Komisi B DPRD Kota Bandung, Rabu (20/12/2017).

Para pedagang menuntut agar direksi PD Pasar Bermartabat diberhentikan karena dinilai tidak dapat mengakomodasi aspirasi para pedagang.

Ada empat poin yang disampaikan oleh perwakilan pedagang.

Empat poin tersebut adalah mereka menginginkan tidak adanya dualisme pengelolaan di Pasar Andir, meninjau ulang perubahan Surat Pemakaian Tempat Berjualan (SPTB) ke Surat Sewa Tempat Usaha (SSTU), memeriksa pengelolaan Pasar Banceuy yang lantai atasnya digunakan sebagai tempat karaoke, dan mengakomodasi keinginan pedagang Pasar Cihaurgeulis yang hanya ingin ditempatkan di lantai dasar serta diberlakukan hak guna pakai setelah selesai direvitalisasi.

Menanggapi aspirasi yang diutarakan oleh perwakilan pedagang dalam pertemuan itu, Kurnia Solihat selaku Sekretaris Komisi B DPRD Kota Bandung, mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengadakan pertemuan dengan PD Pasar Bermartabat.

Aspirasi yang disampaikan secara lisan dan tulisan oleh perwakilan pedagang akan diteruskan oleh Komisi B DPRD Kota Bandung ke PD Pasar Bermartabat.

Sebelumnya, Kurnia Solihat mengaku bahwa pihaknya belum dapat memutuskan langkah apa yang akan diambil mengenai pasar tradisional yang pengelolaannya sedang bermasalah.

Sebab sebelumnya perwakilan pedagang belum pernah datang langsung ke DPRD secara resmi.

“Ini menjadi catatan penting bagi kami,” ujar Kurnia Solihat dalam pertemuan itu. (jabar.tribunnews.com)