Sabtu, November 17Website Resmi DPRD Kota Bandung

Penolakan Relokasi Oleh Pedagang Kaki Lima Kota Bandung di DPRD Kota Bandung

DPRD KOTA BANDUNG- Para pedagang kaki lima di Otista Kota Bandung mendatangi kantor DPRD Kota Bandung Jl. sukabumi no. 30 untuk menyampaikan aspirasi mengenai penolakan relokasi mereka oleh pemeritah Kota Bandung, Kamis (17/03/201).

Audiensi yang dihadiri oleh perwakilan dari Pedagang Kaki Lima se-kota Bandung di dampingi oleh keluarga besar GMBI, ARM, LGMN, LGNI, Front mahasiswa serta LSM Bangkit Indonesia diterima oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung Haru Suandharu, S.Si.,M.Si.

Mereka tidak menginginkan atau menolak adanya perelokasian yang dilakukan Walikota Bandung di Jl. Oto Iskandardinata sampai Jl. Tegalega yang akan di relokasi ke Pasar Baru lantai 12, hal itu dirasa sangat  memberatkan mereka karena disana sepi oleh pembeli. Menurut Muhammad Mansyur selaku ketua distrik Kota Bandung  yang menolak program relokasi, itu bukan merupakan jalan terbaik karena akan berdampak buruk pada para PKL itu sendiri.

Nana Sumarno perwakilan dari PKL Kota Bandung meminta agar permasalahan ini jangan dipandang sebelah mata dan hanya menyelesaikannya di atas meja, beliau menginginkan pemerintah turun langsung ke lapangan menyelesaikan masalah ini. “Para PKL di Otista itu kebanyakan yang mengejar  pembeli bukan dikejar – kejar pembeli, jadi siapa yang mau naik ke lantai 12?,” Ujar Nana Sumarno.

Dalam audiensi yang berlangsung Wakil ketua DPRD Kota Bandung Haru Suandharu, S.Si.,M.Si mengatakan pemerintah harus melakukan studi kelayakan dahulu agar tempat itu layak untuk para PKL karena sifat PKL yang bermacam – macam, dan juga akan melakukan dialog dengan para PKL. Beliau akan mengundang Satgasus untuk mengetahui rencana relokasi agar pemerintah kota menghentikan sementara relokasi sampai ada studi kelayakan dan dialog bersama para PKL, serta akan membuat berita acara agar diperhatikan oleh Walikota Bandung.