Achmad Nugraha Resmikan SPAM Kebon Gedang

Editor DPRD Bandung
Minggu, 2 Januari 2022
Indra/Humpro DPRD Kota Bandung.
Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Achmad Nugraha SH., DH., memberi bantuan warga sekaligus meresmikan SPAM (Sistem Pengadaan Air Minum), di Kelurahan Kebon Gedang, Kota Bandung, Sabtu (1/1/2022).

HumasDPRD - Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Achmad Nugraha SH., DH., meresmikan SPAM (Sistem Pengadaan Air Minum), di Kelurahan Kebon Gedang, Kota Bandung, Sabtu (1/1/2022).

Menurut Achmad, kehadiran SPAM menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Dari sekian langkah, pembangunan SPAM dilakukan untuk menangani masalah stunting di Kelurahan Kebon Gedang.

Achmad memaparkan dalam sambutannya, masalah stunting bukan melulu tentang ketidakmampuan secara materi, tetapi juga berhubungan dengan masalah kedisiplinan dan kesadaran akan gaya hidup sehat.

"Saya kira masalah stunting ini sudah banyak solusi perbaikan. Stunting bukan masalah ketidakmampuan secara materi. Akan tetapi pada masalah disiplin dan kebersihan, tahu bagaimana mengolah makanan, tahu cara hidup sehat. Jangan berpikir stunting itu karena susah mendapat makanan mahal," ujar Achmad.

Menurut Achmad, banyak cara yang dilakukan masyarakat, seperti mengonsumsi makanan sehat alami yang mudah didapat di sekitar pekarangan rumah.

"Banyak didapat di sekeliling kita bahan makanan yang sehat, contoh daun Kelor, dan lain-lain itu sehat untuk kita, artinya tidak susah untuk kita menjaga kesehatan," kata Achmad.

Achmad mengakui bahwa masih perlu banyak edukasi terkait masalah kesehatan, khususnya masalah stunting di Kelurahan Kebon Gedang.

"Ini memang perlu banyak diedukasi, dari mulai posyandu, ibu-ibu menyusui, dan sebagainya," ujarnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Anggota DPR RI, Junico Bisuk Partahi Siahaan yang dikenal sebagai Nico Siahaan, camat Batununggal, lurah Kebon Gedang, tokoh RW setempat, Karang Taruna dan undangan lainnya.

Menurut Ketua RW 03 Kebon Gedang, Erik diakui bahwa jumlah stunting di Kebon Gedang cukup tinggi, dan perlu terus dicari solusi, salah satunya dengan adanya SPAM.

"Stunting di Kebon Gedang cukup tinggi, tidak hanya gizi buruk tapi juga sanitasi kurang menunjang. Dengan adanya SPAM ini mengurangi kasus stunting,” tuturnya.

Erik mengapresiasi atas bantuan pemerintah yang telah membantu masyarakat dalam pengadaan air bersih.

"Kami berterimakasih kepada pemerintah kota Bandung, dengan adanya SPAM di Kebon Gedang. Terimakasih juga melalui Bappelitbang Provinsi yang membantu dalam pengadaan SPAM ini,"

Menurut hasil survei jumlah stunting di Kebon Gedang menduduki posisi terbanyak masalah stunting di Kota Bandung. Pada data 2021 terakhir, ada 154 bayi di bawah 2 tahun yang mengalami stunting, dan sebagian ibu hamil dengan lingkar tangan kecil, serta persoalan produksi ASI.

Erik melanjutkan, RW 03 beserta Kelurahan Kebon Gedang telah melakukan berbagai edukasi.

"Hidup sehat di sini masih kurang, masalah SAB Sarana Air Bersih, masih kekurangan. Dan membuang kotoran langsung ke selokan. Sosialisasi dan pendidikan bahaya stunting salah satunya kepada pengantin baru. Pelatihan edukasi kepada calon pengantin. Pelatihan pada kader Posyandu. Ada Pelatihan PMP, membuat BUDP, SANDES dan safety tank komunal dan jamban sehat," kata Erik.* (Indra)


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR