Anak Bandung Aktif Olahraga, Tedy Rusmawan: Alihkan Ketergantungan pada Gadget

Editor DPRD Bandung
Rabu, 18 Januari 2023
Robby/Humpro DPRD Kota Bandung.
Ketua DPRD Kota Bandung H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., mengunjungi paguyuban silat Perisai Diri Ranting Al Hilal Pelindung Hewan Bandung, Rabu (18/1/2023).

HumasDPRD - Ketua DPRD Kota Bandung H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., mengunjungi paguyuban silat Perisai Diri Ranting Al Hilal Pelindung Hewan Bandung, Rabu (18/1/2023).

Di tengah momen latihan silat yang diramaikan anak-anak itu, Tedy menaruh harapan besar pada masa depan Bandung. Dari banyaknya informasi terkait ketergantungan anak pada HP dan kebiasaan rebahan bermalas-malasan, Tedy melihat banyak alternatif lain perkembangan anak dari arah positif.

“Mudah-mudahan aktifitas ini membentuk karakter anak menjadi para petarung yang membela bangsa dan negara. Ini luar biasa karena anak-anak biasanya sibuk dengan gadget. Anak-anak ini mau berlatih dan berkeringat sambil bersenang-senang. Mudah-mudahan terus istiqamah dan membangun kebersamaan, persaudaraan,” tuturnya.

Tedy meyakini kegiatan positif anak-anak ini menciptakan banyak manfaat bagi pribadi masing-masing, juga Kota Bandung di masa mendatang. Apa yang ditekuni para pesilat mud aini akan menjadi investasi untuk kesuksesan dunia dan akhirat.

“Selain berlatih, jangan lupa juga salat. Petarung sejati biasanya kuat fisik dan hubungannya baik dengan Sang Maha Pencipta. Terus berlatih dan berdoa, serta senantiasa cinta kedua orang tua. Insyaallah akan mendapatkan kesuksesan dunia dan akhirat,” ujarnya.

Tedy menambahkan, pengalihan anak dari ketergantungan hiburan digital tentu harus dibarengi dengan perhatian orang tua. Ia berterima kasih kepada orang tua Kota Bandung yang mampu mengarahkan anak-anaknya pada kegiatan positif, terutama yang memicu kompetisi dan prestasi.

Perguruan silat Perisai Diri Al Hilal Pelindung Hewan ini memiliki murid sekitar 60. Belum lama ini perguruan silat ini meraih 10 medali emas dan 8 medali perak dalam Piala Kadispora 2022.

Penanggung Jawab Teknik Perisai Diri Ranting Al Hilal Pelindung Hewan, Kuncara, mengatakan, pada usia tumbuh kembang, anak punya kecenderungan bergerak. Oleh karena itu, Perisai Diri Ranting Al Hilal membedakan metoda pelatihan bagi setiap kelas, menyesuaikan usia.

“Kita bedakan, misalkan SD kelas 3 ke bawah beda latihan karena tidak mudah diajak fokus, atau diberikan materi satu arah. Makanya kami buatkan latihan berbasis permainan. Untuk kelas 2 SMP dilatih kelenturan, tantangan, kekuatan, kecepatan, diajarkan benturan. Sedangkan tingkat SMA dirangsang ke arah prestasi karena mereka mulai butuh achievement,” tutur Kuncara.

Dengan metoda yang tepat, kata dia, anak-anak bisa membangkitkan semangatnya, makin tumbuh kecintaannya pada olahraga silat, dan reaksinya mulai tumbuh untuk merasa memiliki silat.

“Karena kami berdiri atas dasar panti asuhan Al Hilal, kami juga menerapkan pendidikan karakter yang cukup dominan. Ke depan, anak-anak ini harus menjadi petarung kehidupan, tak kenal menyerah, siap menerima rasa sakit, dan selalu siap bangkit dari jatuhnya,” katanya.* (Editor)


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR