Anggota DPRD Komitmen Kawal Aspirasi Warga Melalui Reses

Editor DPRD Bandung
Jumat, 18 November 2022
Satria/Humpro DPRD Kota Bandung.
Anggota Komisi A DPRD Kota Bandung, Asep Sudrajat, dalam Talk Show OPSI di Radio 107,5 PRFM News Channel, Kamis (17/11/2022).

HumasDPRD - Memasuki masa reses pada 15-20 November 2022, anggota DPRD Kota Bandung mendengar aspirasi warga untuk disampaikan kembali kepada pemerintah. Melalui reses, anggota DPRD Kota Bandung mendatangi warga dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Anggota Komisi A DPRD Kota Bandung, Asep Sudrajat mengatakan, reses adalah sebuah kebijakan yang sudah diatur dalam Undang-undang dengan tujuan bertemu masyarakat, mendengar, dan mendorong serta mengawal aspirasi itu agar bisa direalisasikan oleh pemerintah daerah.

"Kami setiap empat bulan sekali dalam setahun, ada tiga kali reses, diatur Undang-undang bahwa anggota DPRD harus melakukan kerja di luar gedung bertemu konstituen yaitu pemilih kita," kata Asep, dalam Talk Show OPSI di Radio 107,5 PRFM News Channel, Kamis (17/11/2022).

Dalam tiga hari reses yang telah dijalani, dirinya sudah bertemu warga di Kecamatan Gedebage dan Bandung Kidul. Ada tiga keluhan utama yang warga sampaikan, yaitu terkait infrastruktur, program Bandung Caang Baranang, dan kesejahteraan.

Soal insfrastruktur, kata Asep, banyak warga yang menginginkan penyelesaian pembangunan wilayah yang belum tuntas. Selain itu juga masih banyak wilayah yang gelap dan butuh penerangan lewat PJU (Penerangan Jalan Umum) dan PJL (Penerangan Jalan Lingkungan) melalui program Bandung Caang Baranang.

"Banyak juga soal program Bandung Caang Baranang, itu masih ada wilayah yang gelap butuh penerangan," katanya.

Kemudian soal kesejahteraan warga, menurutnya itu adalah hak dasar dan harus betul-betul bisa terselesaikan.

"Ada yang hak menerima tapi (kenyataannya) tidak," sambungnya.

Asep memastikan ketiga aspirasi warga tersebut akan ditindaklanjuti olehnya. Terlebih lagi, di DPRD Kota Bandung sudah punya anggaran khusus untuk merelasiasikan aspirasi masyarakat. Pada tahun ini anggarannya hampir Rp2 miliar.

"Kita punya anggaran diberikan hampir Rp2 M. Misal ada penanganan banjir, pembuatan kirmir, pengadaan PJL dan PJU, sebenarnya itu bisa kita lakukan disesuaikan dengan anggaran itu," ujarnya.

Pihaknya selaku wakil rakyat pun berkomitmen untuk mendorong aspirasi itu agar bisa diwujudkan.

"Kita menampung, membawa, dan berupaya mendorong aspirasi itu sendiri," katanya.

Asep juga mengungkapkan, rupanya antusias warga untuk mengikuti kegiatan reses juga tinggi. Hal ini terlihat dari peserta reses yang hadir melebihi jumlah undangan yang diberikan kepada warga.

"Sekarang (reses) ditentukan 6 titik dan satu titik harus dihadiri minimal 100 warga, tapi terkadang yang hadir lebih, karena antusias," ucap Asep.* (Siddiq)


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR