Dengan Aktif Memberantas Hoaks, Anak Muda Bandung Berperan Jaga Kebersatuan

Editor DPRD Bandung
Selasa, 11 Mei 2021
Handoko/Humpro DPRD Kota Bandung.
Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung Achmad Nugraha menjadi narasumber dalam talk show Radio Ardan 105.9 FM, di Studio Ardan, Minggu, (10/5/2021).

HumasDPRD - Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung Achmad Nugraha menjadi narasumber dalam talk show Radio Ardan 105.9 FM, di Studio Ardan, Minggu, (10/5/2021).

Dalam siaran radio Ardan itu, Achmad menjadi narasumber dalam tema “Menyikapi penyebaran HOAX di Generasi Muda.”

Achmad menjelaskan, penyebaran informasi kian bertumbuh dan perkembangannya semakin tak terelakkan di era teknologi saat ini. Warga Bandung tidak bisa lagi lari dari perkembangan teknologi karena keberadaan alat telekomunikasi dalam genggaman turut memancing bermunculannya informasi di berbagai media sosial.

Dalam menyikapi penyebaran hoaks di tengah generasi muda, kata Achmad, teknologi justru bisa diarahkan menjadi hal baik bagi kita semua, dalam berbagi manfaat informasi. Akan tetapi, saking mudahnya penyebaran pesan bisa memicu munculnya informasi yang tidak sesuai fakta.

“Hal semacam ini bagi anak muda, ya tentunya bagaimana kita dalam menyaring suatu informasi dengan bijak dan  benar. Diharapkan tentunya ada satu informasi atau edukasi yang memberikan pendidikan bagi masyarakat,” tuturnya.

Setiap informasi yang diterima dari berbagai kanal, grup percakapan seperti Whatsapp atau laman digital lainnya patut dicermati secara ketat. Seturut derasnya informasi yang nyaris bisa meloloskan fakta palsu, dibutuhkan inisiatif diri untuk melakukan verifikasi dan cek kebenarannya melalui berbagai cara.

“Dalam upaya mencari tahu benar atau tidaknya suatu berita, saya selalu mencari di kanal berita resmi, atau mencari penjelasan ke teman-teman yang lebih paham terkait persoalan yang muncul di medsos itu,” ujarnya.

Achmad menggarisbawahi pentingnya daya kritis anak muda untuk selalu mengecek ulang setiap informasi. Setiap pesan berantai yang tak jelas sumbernya bisa memicu perpecahan di antara masyarakat.

“Misinformasi yang terus menerus disebar juga akan merugikan dirinya sendiri. Artinya saat kepercayaan itu menjadi sebuah imajinasi dirinya, akhirnya dia akan terprogram oleh berita yang belum tentu benar, sehingga akan terdoktrin dan menjadi sebuah pemahaman, untuk kemudian hoaks makin meluas dan merugikan orang lain,” katanya.

Terpecahnya hubungan akibat informasi hoaks tak hanya merembet pada warga umum, tetapi juga akan menyinggung ikatan silaturahmi di antara keluarga.

“Mari kita sama-sama menyikapi ini dengan secara positif dan bijak. Jangan selalu mau mendengar sesuatu berita seolah-olah benar tanpa dicari tahu apakah benar berita itu akan memicu kebajikan atau menjadi sebuah keburukan?” ujarnya.

Achmad berharap agar setiap kanal sumber informasi dan berita bisa memberikan Informasi yang aktual dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Kota Bandung.

“Saya berpesan agar selalu hati hati dalam menerima informasi yang didapat. Kalau tidak penting, atau belum sepenuhnya dipahami, jangan langsung dicerna. Telaah dulu lebih jauh. Harapan saya ke depannya agar semua media baik online, cetak, atau juga warga penyampai pesan agar selalu berhati-hati dalam memberikan informasi,” ujar achmad.* (Handoko)


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR