Dewan Ajak Anak Muda Promo Budaya via Kanal Digital

Editor DPRD Bandung
Minggu, 26 September 2021
Marhan/Humpro DPRD Kota Bandung.
Anggota DPRD Kota Bandung, Asep Sudrajat mengisi acara "Dialog Pemuda Peduli Budaya dalam Perspektif Pluralisme, Nasionalisme, dan Kearifan Lokal dalam Membentuk Generasi Muda Berkreatif," di Bandung, Minggu (26/9/2021).

HumasDPRD - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Asep Sudrajat mendorong agar pemuda-pemudi untuk memanfaatkan digitalisasi dalam mempromosikan budaya Indonesia, khususnya di Jawa Barat.

Promosi budaya harus bersiap dengan era teknologi informasi dan komunikasi. Terlebih, saat ini setiap orang di belahan dunia berlomba-lomba memanfaatkan digitalisasi di berbagai bidang, termasuk promosi.

"Dalam mempromosikan budaya, maka kita harus mengikuti perkembangan zaman saat ini, yakni era digitalisasi," ujar Asep, pada "Dialog Pemuda Peduli Budaya dalam Perspektif Pluralisme, Nasionalisme, dan Kearifan Lokal dalam Membentuk Generasi Muda Berkreatif," di Hotel Ahadiat & Bungalow Sukajadi, Kota Bandung, Minggu (26/9/2021).

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bandung itu menjelaskan, dalam mempromosikan budaya dapat menggunakan berbagai kanal, seperti Youtube atau media sosial yang banyak digunakan saat ini, termasuk Instagram, Whatsapp, dan lain sebagainya.

"Seperti di Youtube, kita like dan subscribe channel yang berisikan kebudayaan dan kesenian Indonesia. Termasuk dari sisi ekonomi, bisa digunakan juga," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Kang Upep tersebut menuturkan bahwa promosi juga harus dikemas dengan sedemikian rupa agar menarik dan disukai oleh masyarakat luas.

"Maka di sini generasi muda diharapkan kreatif dan inovatif dalam mempromosikan budaya dan seni asli kita, sehingga ikut melestarikannya juga," ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam melestarikan budaya dan seni Indonesia. Mengingat bahwa hal tersebut merupakan warisan nenek moyang, sebagai ciri khas dan juga identitas bangsa Indonesia.

"Seperti kutipan dari Soekarno, Kalau jadi Hindu, jangan jadi orang India. Kalau jadi Islam, jangan jadi orang Arab. Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat budaya Nusantara yang kaya raya ini," ujarnya.* (Rio)


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR