DPRD Apresiasi Prinsip Kehati-hatian yang Diterapkan pada Pendidikan Tatap Muka Terbatas

Editor DPRD Bandung
Senin, 7 Juni 2021
Taufiq/Humpro DPRD Kota Bandung.
HumasDPRD - Ketua DPRD Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, AT., MM meninjau simulasi kesiapan penyelenggaraan Pendidikan Tatap Muka (PTM) terbatas hari pertama di SDN 263 Rancaloa, Bandung, Senin (7/6/2021).

HumasDPRD - Ketua DPRD Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, AT., MM meninjau simulasi kesiapan penyelenggaraan Pendidikan Tatap Muka (PTM) terbatas hari pertama di SDN 263 Rancaloa, Jalan Cipamokolan, Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Senin (7/6/2021).

Dalam kunjungannya ke sekolah itu, hadir pula Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Cucu Saputra didampingi oleh kepala sekolah beserta beberapa tenaga kependidikan sekolah tersebut.

Tedy diajak melakukan pengecekan dari setiap alur tahapan PTM terbatas, mulai dari kedatangan siswa di gerbang sekolah, pengukuran suhu sebelum masuk ruang kelas belajar, penentuan jumlah dan jarak duduk antarsiswa yang mengikuti PTM terbatas, lama masa pembelajaran, hingga kepulangan para siswa saat berakhirnya masa PTM terbatas.

Tedy mengatakan, dari hasil tinjuan lapangan terkait simulasi kesiapan aspek infrastruktur sarana dan prasarana, hingga pembatasan jumlah murid yang dapat mengikuti pembelajaran di dalam kelas, pihak SDN 263 Rancaloa telah dalam kondisi siap untuk dapat melaksanakan PTM terbatas awal Juli mendatang.

"Hasil dari tinjauan tadi, secara keseluruhan, sekolah tampaknya sudah siap untuk menggelar PTM terbatas nanti. Bahkan, dari informasi awal yang kita dapatkan, ketika pembelajaran dimulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB, ternyata praktik di lapangan pada pukul 09.00 WIB pembelajaran sudah selesai, sehingga hanya dua jam saja, dan tidak ada masa istirahat. Dengan demikian sekolah sangat berhati-hati sekali dalam menerapkan protokol kesehatan," ujarnya, seusai meninjau kesiapan PTM terbatas, Senin (7/6/2021).

Selain kesiapan sarana prasarana, mekanisme pembatasan jumlah murid pun telah dipersiapkan dengan sangat baik. Dalam satu kelas hanya diisi oleh 20-25 persen dari total kapasitas ruang yang ada.

"Di dalam kelas tadi kita lihat hanya diisi oleh 20-25 persen saya dari total daya tampung kelas, atau hanya enam orang saja, dengan jarak antar meja 1,5 meter. Kalau melihat kondisi seperti ini, ya sedih juga, karena seorang guru akan mengajar hanya untuk enam orang saja secara tatap muka langsung. Tapi demi protokol kesehatan, hal itu harus tetap dilakukan," ucapnya.

Tedy pun mengaku bersyukur karena dalam menyambut PTM terbatas ini, seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di SDN 263 Rancaloa telah dilakukan vaksinasi covid-19 sebanyak dua kali. Termasuk para petugas pendukung kegiatan belajar mengajar lainnya.

Dengan demikian, maka kesiapan penyelenggaraan PTM terbatas satuan pendidikan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung telah optimal. Bahkan, jenjang pendidikan yang bukan menjadi kewenangan Pemerintah Kota Bandung pun, yaitu SMA/SMK/Sederajat terus didukung untuk dapat mempersiapkan sebaik mungkin.

"Mudah-mudahan, diharapkan pada masa simulasi kesiapan PTM terbatas yang dimulai hari ini sampai tanggal 18 Juni nanti, setiap satuan pendidikan dapat lancar melaksanakannya," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Disdik Kota Bandung, Cucu Saputra menjelaskan, berdasarkan data kesiapan satuan pendidikan dalam menghadapi PTM terbatas di Kota Bandung, terdapat 330 sekolah yang melaksanakan uji coba PTM terbatas tahap pertama. Pengertian tahap pertama ini yaitu, satuan pendidikan yang telah menyiapkan skema pembatasan jumlah siswa, hanya 20 persen per kelas dari total daya tampung ruang kelas belajar.

"Angka 330 itu munculnya dari 655 sekolah di Kota Bandung yang telah menyatakan siap untuk menggelar PTM terbatas berdasarkan ajuan data aplikasi ke Dinas Pendidikan Kota Bandung," ujarnya.

Dari jumlah ajuan sekolah tersebut, dilakukan monitoring dan evaluasi oleh tim Satgas Covid-19 di tingkat kecamatan. Kemudian, muncul hasil rekomendasi yang menyatakan hanya 330 sekolah yang dapat memenuhi seluruh indikator penilaian kesiapan PTM terbatas.

Jumlah satuan pendidikan tersebut tersebar di 30 Kecamatan dan berbagai jenjang pendidikan, mulai dari jenjang pendidikan kelompok belajar (KOBER), TK, SD, hingga SMA/SMK, serta sekolah-sekolah di bawah Kementerian Agama.

Cucu menjelaskan, pada pelaksanaan uji coba atau simulasi kesiapan PTM terbatas tahap pertama ini, menitikberatkan pada aspek penerapan protokol kesehatan. Sebab, layanan pendidikan di masa pandemi Covid-19 saat ini tetap berfokus pada kegiatan pembelajaran jarak jauh.

"Bagi masyarakat yang sekolah anaknya belum diizinkan PTM terbatas, tidak perlu khawatir, karena akan tetap mendapatkan kualitas layanan pendidikan yang sama, melalui pelaksanaan sistem pembelajaran jarak jauh," katanya.* (Permana)


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR