Raperda Ekonomi Kreatif

Ekonomi Kreatif Berbasis Kewilayahan Perlu Diperkuat

Editor DPRD Bandung
Kamis, 17 September 2020
Dani/Humpro DPRD Kota Bandung
Pansus 7 DPRD Kota Bandung menggelar Rapat Kerja membahas Raperda Penataan dan Pengembangan Ekraf di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Kamis (17/9/2020).* 

HumasDPRD-Kota Bandung merupakan salah satu kota yang diakui oleh organisasi dunia, UNESCO sebagai kota kreatif di bidang desain. Di Kota Bandung terdapat 16 subsektor kreatif yang ada didalamnya. 

Anggota Pansus 7 DPRD Kota Bandung, Riana menilai, dibutuhkan pembagian tupoksi yang jelas, di antara setiap dinas pada pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Bandung. 

"Seperti untuk spirit ekonomi kreatif ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), tapi untuk permodalan dan usahanya ada di Dinas KUKM," ungkapnya pada Rapat Kerja Raperda Penataan dan Pengembangan Ekraf di Kota Bandung di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Kamis (17/9/2020). 

Menurutnya dengan adanya kejelasan tersebut, maka masing-masing dinas dapat memaksimalkan potensinya dalam mendorong ekonomi kreatif di Kota Bandung. 

Anggota Pansus 7 DPRD Kota Bandung lainnya, Folmer SM Silalahi menerangkan, ekonomi kreatif, merupakan upaya dalam menambah nilai suatu produk dengan inovasi atau kreativitas. Oleh karena itu, Kota Bandung yang masuk  dlaam kategori kota desain dunia maka diperlukan branding, dalam memperkenalkan potensi tersebut ke level dunia. 

"Kota Bandung membutuhkan branding, apalagi merupakan salah satu kota desain yang diakui oleh UNESCO," terangnya. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pansus 7 DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi menyebutkan, saat ini dibutuhkan penguatan ekonomi kreatif yang berbasis kewilayahan atau kecamatan. Dengan demikian, potensi dari setiap kecamatan dari 16 subsektor ekonomi kreatif dapat muncul dan mengemuka di Kota Bandung. 

Menurut Asep Mulyadi, rantai ekonomi kreatif  melibatkan berbagai OPD atau dinas, yang diharapkan dapat berkolaborasi dan memaksimalkan potensi ekonomi krearif lokal.  "Ekonomi kreatif berbasis kewilayahan harus diperkuat, karena ikut mendukung pembangunan di Kota Bandung," tambahnya.* (Rio)


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR