Komisi B

Gerakan Kang Pisman Harus Diperluas

Editor DPRD Bandung
Kamis, 18 Februari 2021
Indra/Humpro DPRD Kota Bandung.
Komisi B DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja dengan Perumda Kebersihan Kota Bandung, dengan agenda pembahasan program kerja tahun 2021, di Ruang Rapat Komisi B Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis (18/2/2021).

HumasDPRD - Komisi B DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja dengan Perumda Kebersihan Kota Bandung, dengan agenda pembahasan program kerja tahun 2021, di Ruang Rapat Komisi B Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis (18/2/2021).

Rapat kerja diikuti langsung oleh Ketua Komisi B DPRD Kota Bandung, Hasan Faozi, S.Pd, Sekretaris, Hj. Nenden Sukaesih, SE. serta para anggota yaitu, H. Andri Rusmana, S.Pd.I, Hj. Siti Nurjanah, SS, Ir. H. Agus Gunawan, dan Christian Julianto Budiman.

Dalam agenda tersebut, turut dibahas terkait capaian program kinerja yang telah dilakukan sepanjang tahun 2020 dan rencana program dan target kerja tahun 2021 Perumda Kebersihan. Termasuk di dalamnya, program transisi kelembagaan tahun 2021 dari Perumda Kebersihan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung.

Ketua Komisi B DPRD Kota Bandung, Hasan Faozi mengapresiasi kinerja dan inovasi dalam pengelolaan dan pengangkutan sampah komersial dan non komersial yang telah dilakukan Perumda Kebersihan Kota Bandung sepanjang tahun 2020. Salah satunya menggencarkan Gerakan Kang Pisman sebagai upaya edukasi dan penyadaran masyarakat, untuk mampu mengelola sampah secara mandiri langsung dari rumah.

Selain itu, Faozi meminta agar Perumda Kebersihan dapat lebih melibatkan peran masyarakat dan petugas kebersihan di tingkat kewilayahan sebagai mitra dari Kampanye Gerakan Kang Pisman, sehingga kondisi Bandung Lautan Sampah Tahun 2005 tidak kembali terjadi.

“Kami mendorong agar berbagai capaian kerja dalam hal pengelolaan sampah yang telah terealisasi secara baik di Tahun 2020, dapat dilanjutkan di Tahun 2021. Apalagi saat musim penghujan, sampah menjadi salah satu faktor penyebab banjir di Kota Bandung, sehingga upaya antisipasi dan pengawasan hingga di tingkat kewilayahan pun harus sinergi dilakukan,” ujarnya

Di samping itu, Faozi pun meminta agar peralihan tugas pengelolaan sampah dari Perumda Kebersihan ke DLHK agar berlangsung lancar dalam seluruh aspek, sehingga tidak menimbulkan gejolak permasalahan di kemudian hari.

“Meskipun pembahasan terkait peralihan ini telah dibahas dengan sangat baik dan tinggal direalisasikan, tapi mudah-mudahan tidak menyisakan adanya potensi masalah apapun, terutama dalam hal aktivitas pengangkutan sampah di lingkungan masyarakat,” ucapnya.

Hal senada disampaikan oleh anggota Komisi B DPRD Kota Bandung, H. Andri Rusmana. Menurut Andri, gerakan Kang Pisman sangat erat kaitannya dengan upaya mengubah perilaku masyarakat. Hal ini tidak mudah dan tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan upaya ekstra sabar dan konsisten untuk terus mengkampanyekan hal tersebut.

“Kita harus meyakini bahwa sebuah perubahan tidak dicapai dengan cara mudah dan membutuhkan waktu yang tidak singkat. Oleh karena tugas kebersihan bukan hanya bertumpu di Perumda Kebersihan saja, tapi juga menjadi tanggung jawab dari lintas OPD Pemkot Bandung. Maka tugas ini harus dapat diselesaikan secara bersama-sama dan mengesampingkan ego sektoral dalam upaya menangani persoalan sampah di Kota Bandung,” ucapnya.

Anggota Komisi B lainnya, Hj. Siti Nurjanah berharap dengan dilakukannya peralihan tugas pengelolaan sampah dari Perumda Kebersihan ke DLHK tahun ini, maka upaya pengelolaan sampah di Kota Bandung harus lebih baik dari sebelumnya. Apalagi terdapat 6.894 pelanggan dari 1.584 RW yang harus diakomodir pengangkutan sampahnya setiap hari.

“Intinya pengelolaan sampah di Kota Bandung di bawah DLHK nanti harus lebih baik, minimal menyamai pencapaian yang telah dilakukan oleh Perumda Kebersihan sebelumnya,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Kebersihan Kota Bandung, Gun-Gun Saptari Hidayat mengatakan, untuk dapat memotivasi masyarakat akan Gerakan Kang Pisman, pihaknya berinovasi dengan menggelar program menabung sampah jadi emas.

Meski baru diluncurkan, namun program ini telah mendapat animo luar biasa di masyarakat. Terbukti dengan RW 07 Kelurahan Cibunut, Kelurahan Sukamiskin, dan RW 02 Kelurahan Cipamokolan, berhasil menjadi kelurahan percontohan Kampung Kang Pisman, yang merupakan kelurahan bebas sampah.

“Dari upaya kampanye Gerakan Kang Pisman yang terus dilakukan, kami dapat berbangga hati karena berdasarkan data terkait jumlah volume sampah di Kota Bandung terjadi penurunan sebesar 0,47 persen pada tahun 2020 di bandingkan tahun sebelumnya, di mana dari 1340 ton per hari di tahun 2019 menjadi 1333 ton per hari di tahun 2020,” katanya.* (Permana)


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR