Ketua Dewan Dukung Penuh “Gerakan Bandung Merdeka Dari Covid-19”

Editor DPRD Bandung
Sabtu, 14 Agustus 2021
Ajie/Humpro DPRD Kota Bandung.
Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan mengikuti “Gerakan Bandung Merdeka Dari Covid-19,” yang digelar secara langsung melalui medium virtual, Jumat (13/8/2021).

HumasDPRD – Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan bergabung dan mendukung penuh “Gerakan Bandung Merdeka Dari Covid-19,” yang diprakarsai masyarakat Kota Bandung. “Gerakan Bandung Merdeka Dari Covid-19,” dibentuk sebagai upaya untuk memaksimalkan ikhtiar menghadapi pandemi Covid-19.

Gerakan ini dimulai dengan “Doa Bersama Mengetuk Pintu Langit,” yang digelar secara langsung melalui medium virtual, Jumat (13/8/2021). Awalnya, acara ini ditayangkan dengan media aplikasi Zoom.

Akan tetapi, animo masyarakat Kota Bandung yang membeludak hingga seribu peserta tak mampu dibendung fasilitas Zoom. Akhirnya, kuota masyarakat yang terus bertambah bisa tertampung melalui siaran langsung via kanal Youtube.

Tingginya minat masyarakat diyakini karena acara tausyiah dan doa bersama diisi oleh sederet ulama ternama. Pengisi tausyiah menghadirkan K.H. Abdullah Gymnastiar, K.H. Athian Ali. M, Ust. Budi Prayitno, dan Ust. Dedi Hariadi H.

Sementara doa bersama dipimpin oleh Ketua MUI Kota Bandung Prof. Dr. KH. Miftah Faridl. Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan ikut hadir secara daring bersama Wali Kota Bandung Oded M. Danial.

Tedy mengapresiasi acara tersebut karena merupakan inisiatif masyarakat Kota Bandung yang tergabung ke dalam Aksi Bersama Gerakan Masyarakat Bandung. Gerakan ini merupakan gabungan berbagai elemen mulai dari akademisi, praktisi, aktivis, tokoh masyarakat, hingga warga.

Yang membuat Tedy kagum, gerakan masyarakat ini didasari kepedulian tinggi demi pemulihan kesehatan dan ekonomi warga. Selain menggaungkan doa, gerakan ini juga sekaligus menyosialisasikan kampanye pendukung 5 M: Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas.

Dalam acara itu, Aksi Bersama Gerakan Masyarakat Bandung mengenalkan tambahan 3M untuk melengkapi konsep protokol kesehatan 5M. 3M itu yakni Mau Divaksin, Mau Memberi, dan Memanjatkan Doa.

“Ini menunjukkan pola penanganan tidak hanya top-down, tetapi juga bottom-up, termasuk menyosialisasikan gerakan tambahan 3M yang berisi khas Bandung. Ini bagus sekali. Belum menjadi mindset di masyarakat,” kata Tedy.

Gerakan inisiatif masyarakat yang mengajak warga lainnya menuju arah situasi yang lebih baik ini merupakan titik semangat kebersamaan. Yang membuat Tedy kagum, acara doa bersama ini dihadiri ribuan masyarakat, dan didukung berbagai kalangan, tokoh masyarakat, hingga ormas.

Ia berharap gaung masyarakat ini bisa terus digulirkan, dan semakin membantu pemerintah untuk menangani Covid-19.

“Bandung Bebas Covid-19 ini juga dalam rangka HUT Kemerdekaan. Jadi energi kemerdekaan, energi hijrah, ini luar biasa. Termasuk juga energi HUT Bandung digabungkan semua, dibikin gerakan masyarakat. Mudah-mudahan ini akan terus didorong, disosialisasikan, sehingga mudah-mudahan situasi makin membaik. Saat ini positivity rate (Covid-19) membaik, di angka 8 persen, dari sebelumnya sempat 20 persen,” ujar Tedy.*


BAGIKAN

BERI KOMENTAR