Ketua Dewan Minta Data Penanganan Covid-19 Semakin Presisi

Editor DPRD Bandung
Kamis, 14 Oktober 2021
Alam/Humpro DPRD Kota Bandung.
Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan, AT., M.M., membagikan masker dalam pelaksanaan vaksinasi remaja dan umum, di Kantor Kecamatan Bandung Kidul, Kamis (14/10/2021).

HumasDPRD - Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan, AT., M.M., menghadiri pelaksanaan vaksinasi remaja dan umum, di Kantor Kecamatan Bandung Kidul, Kamis (14/10/2021).

Dalam sambutannya di hadapan warga yang akan menjalani vaksinasi, Tedy mengungkap peran pemerintah untuk terus menangani pandemi Covid-19. Dari pantauan Tedy, penurunan angka penyebaran Covid-19 terus menunjukkan perbaikan ke arah yang lebih baik.

Kota Bandung tengah menuju target vaksinasi 100 persen menjelang akhir tahun. Yang dibutuhkan selain inisiatif dan gencarnya vaksinasi yakni menjaga kedisiplinan dalam menjalani protokol kesehatan.

“Jangan sampai kita mengikuti kondisi di Filipina, Malaysia, Singapura, bahkan Amerika Serikat. Mereka melonggarkan protokol kesehatan, bahkan Amerika Serikat mengabaikan warganya untuk melepas masker. Hasilnya, terjadi kenaikan angka positif Covid-19,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia pun berterima kasih kepada warga Kota Bandung yang tetap mengikuti protokol kesehatan dengan baik. Ia meyakini pengendalian angka sebaran Covid-19 di Kota Bandung tercipta berkat tertibnya masyarakat dalam upaya saling menjaga diri dan lingkungannya dari potensi kenaikan positivity rate Covid-19.

Kepada warga, Tedy juga menjelaskan upaya bersama antara DPRD Kota Bandung dengan Pemerintah Kota Bandung dalam menangani pandemi Covid-19. Salah satunya dengan merancang bersama pembentukan Raperda Kota Bandung tentang Pencegahan, Pengendalian Covid-19 dan Penyakit Menular Berpotensi Wabah.

Perda ini nantinya akan menjadi panduan untuk menangani Covid-19 yang masih hadir, sekaligus mencegah jika sewaktu-waktu terjadi kenaikan angka sebaran. Lebih jauh, raperda ini menyusun langkah-langkah preventif untuk menahan penyebaran penyakit menular berpotensi wabah lainnya.

Visi raperda ini dirancang untuk bergerak cepat melindungi warga dari potensi wabah. Evaluasi langkah gerak kedaruratan dari rancangan perda ini berkaca pada kemunculan awal Covid-19 di Indonesia.

Dengan perda ini Tedy berharap Kota Bandung bakal bersiap untuk memutuskan langkah-langkah strategis di awal kemunculan penyakit yang berpotensi wabah. Raperda ini dibentuk agar setiap permasalahan yang terjadi di saat pandemi Covid-19 tidak terulang.

“Oleh karena itu, yang jadi pemandu utama langkah strategis ialah kecermatan dan kesiapan data. Sejak awal kita kewalahan untuk merangkum data pandemi. Padahal data ini sangat diperlukan untuk diolah menjadi materi langkah-langkah yang harus ditempuh dalam mencegah penyebaran semakin meluas,” tuturnya.

Tedy pun meminta kepada seluruh OPD di Pemerintah Kota Bandung untuk terus mempelajari perkembangan pengolahan data, mengintegrasikannya antarpemangku kepentingan, dan terus memutakhirkan data supaya setiap perubahan dapat dijadikan bahan kebijakan.* (Editor)


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR