Perumda

Komisi C Minta Perumda Tirtawening Benahi Kebocoran Pipa

Editor DPRD Bandung
Selasa, 20 April 2021
Satria/Humpro DPRD Kota Bandung.
Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Bandung melakukan rapat kerja bersama Perumda Tirtawening Kota Bandung, di Kantor Perumda Tirtawening, Bandung, Selasa (20/42021).

HumasDPRD - Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Bandung melakukan rapat kerja bersama Perumda Tirtawening Kota Bandung, di Kantor Perumda Tirtawening, Bandung, Selasa (20/42021).

Rapat kerja kali ini membahas rencana Kerja Sama Penurunan Tingkat Kehilangan Air Berbasis Kontrak Kinerja di Wilayah Pelayanan Utara. Selain itu, adapula pembahasan terkait Rencana Kerja Sama Pemanfaatan Air Olahan IPAL Bojongsoang.

Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Yudi Cahyadi menuturkan, upaya Perumda Tirtawening Kota Bandung membuka kerja sama menjadi satu terobosan yang ditunggu legislatif. Semenjak peralihan dari PDAM menjadi Perumda, DPRD menunggu pergerakan inovatif supaya pengembangan usaha tak melulu bergantung pada suntikan dana Pemerintah Kota Bandung.

“Sebagai perumda, memang diperlukan terobosan untuk menguatkan sisi bisnisnya. Salah satunya kerja sama yang akan dilakukan Tirtawening dengan sejumlah perusahaan ini, yang bisa membenahi masalah, tanpa mengeluarkan investasi mandiri yang selama terbatas, tetapi mendapat pemasukan,” tutur Yudi.

Yudi menambahkan, Komisi C DPRD mendukung langkah Perumda Tirtawening Kota Bandung yang berencana membenahi kebocoran pipa distribusi melalui kerja sama dengan pihak swasta. DPRD Kota Bandung berharap upaya perbaikan layanan ini bisa meningkatkan kenyamanan publik Bandung atas akses air yang layak.

“Kita mendukung upaya Tirtawening ini dengan desakan agar publik Kota Bandung semakin nyaman menikmati layanan air bersih,” ujarnya.

Dengan pola kerja sama, kebocoran pipa yang selama ini sulit diperbaiki karena butuh anggaran masif bisa tertangani Perumda Tirtawening tanpa mengeluarkan biaya.

“Sesuai visi RPJMD Kota Bandung, percepatan pembangunan bisa terjawab dengan bantuan pihak lain, dan yang pasti dari non APBD. Selanjutnya, APBD bisa dialihkan ke kepentingan publik lainnya. Mudah-mudahan kerja sama ini bisa mengurangi masalah kebocoran sehingga layanan lebih optimal, termasuk keuntungan Bandung yang memiliki instalasi pipa-pipa baru,” kata Yudi.

Seperti diketahui, proyeksi rencana kerja sama penurunan kehilangan air berbasis kontrak kinerja di wilayah pelayanan utara dilakukan untuk membenahi masalah kebocoran akibat pipa yang didominasi usia material lebih dari 30 tahun.

Perumda Tirtawening juga memproyeksikan pembangunan District Meter Area untuk menekan perluasan dampak kebocoran pipa sekaligus mengisolasi area kebocoran. District Meter Area itu didorong untuk mempercepat proses perbaikan kebocoran.

Sementara kerja sama pemanfaatan air olahan IPAL Bojongsoang diarahkan kepada potensi pelayanan air bersih baru, bersama Perumda Air Minum Tirta Raharja, dan PT Berkat Mandiri Prakarsa. Pengolahan air hasil IPAL Bojongsoang menjadi air bersih diterapkan dengan standar sesuai baku mutu Permenkes No.23 Tahun 2017.

Nantinya akan dilakukan pembangunan IPA Bojongsoang seluas 1,3 Ha, pemasangan pipa transmisi kurang lebih 8 kilometer, untuk melayani target area industri di wilayah Jalan Mohamad Toha.*


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR