Maksimalkan Teknologi dalam Pencegahan Penyakit Berpotensi Wabah

Editor DPRD Bandung
Jumat, 22 Oktober 2021
Satria/Humpro DPRD Kota Bandung.
Rapat Kerja Pansus 5 terkait Raperda tentang Pencegahan, Pengendalian Covid-19 dan Penyakit Menular Berpotensi Wabah, di Gedung DPRD Kota Bandung, Jumat (22/10/2021).

HumasDPRD - Ketua Panitia Khusus (Pansus) 5 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Agus Andi Setyawan mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi informasi harus dilakukan dalam penyebaran informasi terkait pandemi, termasuk Covid-19.

Hal tersebut ia sampaikan pada Rapat Kerja Pansus 5 terkait Raperda tentang Pencegahan, Pengendalian Covid-19 dan Penyakit Menular Berpotensi Wabah, bersama dinas Kesehatan dan Bagian Hukum Setda Kota Bandung di Gedung DPRD Kota Bandung, Jumat (22/10/2021).

"Pemanfaatan teknologi informasi tentu wajib, karena di Kota Bandung banyak pelajar, pakar, ahli. Terlebih dengan smart city yang dikenal di Kota Bandung," ujarnya.

Menurut Agus, pemanfaatan teknologi informasi tersebut sangat berguna terutama untuk penyajian data perkembangan pandemi yang terjadi. Dengan demikian, data dapat lebih mudah diakses oleh siapapun.

Selain terkait penyebaran informasi, ia juga menyoroti sanksi bagi warga yang melanggar perda tersebut. Sanksi yang diterapkan harus memiliki azas keadilan dalam penegakannya di tengah masyarakat.

Sebagai contoh, seorang tukang bubur kejadian di Tasikmalaya yang dinilai melanggar PPKM darurat dikenakan denda sebesar Rp5 juta.

"Maka di sini harus cermat dalam bab sanksi, sehingga adanya azas keadilan yang dirasakan dampak dan manfaatnya bagi masyarakat," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Pansus 5 DPRD Kota Bandung, Salmiah Rambe menuturkan bahwa dalam penyebaran informasi terkait pandemi, maka harus menggunakan setiap jenis media dengan harapan dapat tersampaikan kepada berbagai lapisan masyarakat.

"Jadi semua jenis media harus dimanfaatkan dalam menyebarluaskan informasi terkait pandemi ini. Baik media sosial, media elektronik maupun media cetak dan majalah," ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini masyarakat banyak yang telah menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dalam memastikan arus informasi tetap tersampaikan, maka perlu untuk selalu menggandeng media arus utama.

"Yang penting mencakup keseluruhan, baik media sosial, media mainstream (arus utama), dan media lainnya," ujarnya.* (Rio)


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR