Komisi B

Miliki Sederet Aset Potensial, Dispora Didorong Naikkan Target PAD

Editor DPRD Bandung
Senin, 22 Februari 2021
Dani/Humpro DPRD Kota Bandung.
Komisi B DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung membahas realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2020 dan Target PAD T.A 2021, di Ruang Bapemperda, Senin (22/2/2021).

HumasDPRD - Komisi B DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung dengan agenda pembahasan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2020 dan Target PAD T.A 2021, di Ruang Bapemperda Gedung DPRD Kota Bandung, Senin (22/2/2021).

Rapat kerja dihadiri langsung oleh Ketua Komisi B DPRD Kota Bandung, Hasan Faozi, S.Pd, Wakil Ketua Komisi B, Hj. Nenden Sukaesih, SE, dan Sekretaris, Rieke Suryaningsih, SH, serta para anggota komisi seperti, drg. Maya Himawati, Hj. Siti Nurjanah, SS, H. Asep Mulyadi, Christian Julianto Budiman, dan Ir. H. Agus Gunawan.

Dalam rapat kerja tersebut, dijelaskan bahwa realisasi PAD Dispora Kota Bandung tahun 2020 mencapai 105 persen, atau Rp 791.043.945 dari target Rp751.137.271. Jumlah itu dihasilkan dari 18 aset yang terbagi dalam dua bidang yaitu, Fasilitas Gelanggang Generasi Muda (GGM) dan Fasilitas Umum seperti sarana olahraga dan gedung olahraga.

Sedangkan untuk PAD T.A 2021, Dispora menargetkan Rp2,5 miliar dari 18 aset tersebut.

Ketua Komisi B DPRD Kota Bandung, Hasan Faozi mengatakan, Dispora Kota Bandung didorong untuk mampu merealisasikan target tersebut. Terlebih beberapa aset memiliki potensi terjadinya peningkatan pendapatan pada tahun ini, salah satunya Stadion GBLA yang menjadi kandang dari Persib Bandung, seiring lanjutan kompetisi sepakbola Tanah Air yang sudah mendapat izin dari kepolisian.

“Tujuan dari agenda ini adalah mencari solusi atas berbagai permasalahan yang menjadi kendala capaian target PAD Dispora Kota Bandung, sehingga kendala tersebut dapat diminimalisir bersama, baik oleh eksekutif maupun legislatif dalam upaya meningkatkan realisasi PAD Kota Bandung tahun 2021,” ujarnya.

Faozi pun mendorong pemanfaatan aset Dispora Kota Bandung harus dimaksimalkan dengan berkolaborasi bersama instansi OPD lainnya. Misalnya, ia menyontohkan, kolaborasi dengan Disbudpar Kota Bandung dengan menjadikan Gelanggang Generasi Muda yang telah di Undang-undangkan itu, sebagai sebuah sarana yang dapat juga dimanfaatkan sebagai tempat penginapan.

Sehingga saat sejumlah hotel di Kota Bandung kelebihan kapasitas, masyarakat atau wisatawan dapat mempergunakannya sebagai alternatif tempat penginapan. Hal ini otomatis menjadi potensi tambahan PAD Kota Bandung.

“Meskipun misal hingga akhir tahun 2021 nanti pandemi Covid-19 ini belum juga berakhir, tapi tetap saja progres perkembangan dari pembangunan harus tetap ada. Apalagi masih banyak potensi sektor pendapatan lainnya yang belum dimaksimalkan oleh Dispora, seperti pengelolaan lahan parkir, termasuk sewa lahan yang ditempati kios di SOR/GOR yang dikelola Dispora selama ini,” ucapnya.

Hal senada disampaikan oleh Rieke Suryaningsih, menurutnya salah satu faktor yang harus turut diperhatikan oleh Dispora untuk mampu meningkatkan PAD dari 18 aset tersebut, adalah pemeliharaan kebersihan dan kenyamanan dari fasilitas penunjang SOR/GOR. Terlebih, pihaknya kerap menemukan kondisi toilet dan fasilitas lainnya yang sangat kotor, bahkan rusak di beberapa sarana tersebut.

“Salah satu hal yang harus diperhatikan untuk dapat meningkatkan jumlah pemanfaatan sewa SOR/GOR itu, adalah kebersihan dan kenyamanan. Maka dari itu, Dispora harus juga melakukan perbaikan, karena dengan kondisi yang bersih dan nyaman tentu dipilih masyarakat, meskipun harus menempuh perjalanan cukup jauh maupun biaya yang sedikit lebih mahal dari fasilitas lainnya,” ucapnya.

Anggota komisi B DPRD Kota Bandung lainnya, Asep Mulyadi menilai, dengan jumlah dan potensi pendapatan dari aset yang dimiliki Dispora, target 2021 sebesar Rp2,5 Miliar merupakan nilai yang kecil.

Dengan jumlah aset yang ada dan mampu dioptimalkan, ia merasa angka target Rp2,5 Miliar itu masih kecil dan akan mudah tercapai.

“Sehingga, dalam kesempatan ini saya ingin mengingatkan bahwa tugas kita sebetulnya yaitu, menjaga amanah, baik itu aset maupun dana-dana yang dititipkan masyarakat, karena ketika masyarakat sewa atau memanfaatkan aset milik Pemkot Bandung, maka kita harus bisa memastikan bahwa titipan itu dapat digunakan secara baik dengan memelihara aset-aset tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kadispora Kota Bandung, Eddy Marwoto menjelaskan, bahwa penurunan capaian target di 2020 disebabkan oleh kondisi pandemi Covid-19. Situasi yang ada menyesuaikan dengan terbitnya SE Walikota Bandung Nomor : 443/SE.030-Dinkes, pada Poin ketiga yaitu, menghentikan sementara segala kegiatan yang diadakan oleh Pemerintah Kota Bandung dan/atau pihak lain yang melibatkan massa.

Dan Poin kedelepan yaitu, menutup sementara sejumlah area publik milik Pemkot Bandung seperti Alun-alun Bandung, Taman Kota, Bandung Planning Gallery,  Museum Kota Bandung, Bandung Creative HUB, Sarana olahraga, dan lainnya.

“Wabah Covid-19 di Tahun 2020, bukan hanya melumpuhkan seluruh kegiatan di SOR/GOR dan Sarana Kepemudaan di lingkungan Dispora Kota Bandung, tetapi juga menurunnya minat daya beli masyarakat, termasuk pembayaran ruko/kios di SOR/GOR mengalami penurunan, sehingga pendapatan yang masuk tidak maksimal,” katanya.* (Permana)


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR