Pansus LKPJ

Optimalisasi Bonus Demografi Perlu Dibarengi Pelatihan Kompetensi

Editor DPRD Bandung
Rabu, 28 April 2021
Tofan/Humpro DPRD Kota Bandung.
Panitia Khusus (Pansus) 1 DPRD Kota Bandung melaksanakan rapat kerja dengan Disdagin, Dinas Koperasi dan UKM, Dispangtan, serta Disnaker, terkait Realisasi Kinerja Tahun Anggaran (TA) 2020, di Ruang Rapat Bamus DPRD Kota Bandung, Rabu (28/04/2021).

HumasDPRD - Panitia Khusus (Pansus) 1 DPRD Kota Bandung melaksanakan rapat kerja dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) terkait Realisasi Kinerja Tahun Anggaran (TA) 2020, di Ruang Rapat Bamus Gedung DPRD Kota Bandung, Rabu (28/04/2021).

Rapat dipimpin oleh Ketua Pansus 1 Ferry Cahyadi Rismafury, SH dan dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Pansus 1 Drs. Riana serta serta anggota Pansus lainnya Aan Andi Purnama, SE, Yudi Cahyadi, SP, H. Rizal Khairul, S.IP., M.Si, H. Agus Andi Setyawan, S.Pd.I, Erick Darmadjaya, B.Sc.

Dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ), Aan Andi Purnama menyoroti kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan menyampaikan bahwa bonus demografi harus dipersiapkan.

"Saat ini negara kita sedang menghadapi bonus demografi ini bisa menjadi bencana atau keuntungan. Maka dari itu pelatihan-pelatihan harus dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi bagi SDM khususnya di Kota Bandung," ujarnya.

Terkait kualitas SDM Koperasi pun harus diperhatikan. Aan berharap jangan sampai ada lagi koperasi yang hanya buka dua atau tiga bulan saja karena faktor nasabah yang tidak membayar pinjaman.

“Karena dikhawatirkan image masyarakat kebanyakan pada koperasi itu hanya untuk simpan pinjam dan koperasi dibentuk atas dasar Ideologi, kebersamaan dan kebutuhan," ujarnya.

Hal senada dikatakan Anggota Pansus 1 lainnya, Yudi Cahyadi, yang berharap kualitas koperasi dan sumber daya manusianya harus lebih diperhatikan.

"Pada tahun 2019 terdapat surat edaran terkait tenaga kerja yang mana harus mempunyai Sertifikasi Kompetensi. Hal ini harus selalu diawasi, diperhatikan dan pastikan perusahaan-perusahaan yang sudah memiliki uji kompetensi pada SDM-nya sehingga memiliki SDM yang berkualitas khususnya di Kota Bandung,” katanya.

Yudi berharap visi dari koperasi harus terus berkembang. Tidak hanya sekadar menargetkan besarannya, namun, kualitasnya pun harus dipastikan baik.

“Dan jangan menganggap koperasi hanya sebagai fasilitas karena pertumbuhan ekonomi, tetapi koperasi pun harus berpengaruh di tengah masyarakat," ujarnya.

Wakil Ketua Pansus 1, Riana menuturkan, terkait pendidikan rendah di balik latar sejumlah pekerja informal harus diperhatikan.

Perlu ada pengembangan kecakapan agar kompetensi para pekerja terus berkembang.

"Pendidikan rendah seperti tukang bangunan yang rata-rata lulusan SD, harus ada jalan keluarnya agar memiliki sertifikasi yang berkompeten, karena pendidikan mempengaruhi tingkatan untuk mendapatkan uji kompetensi yang lebih tinggi. Maka dari itu hal ini harus sangat didorong,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Anggota Pansus 1 lainnya, Agus Andi Setyawan menyampaikan bahwa menghadapi lajur ekonomi yang menjadi lebih baik harus dibarengi dengan munculnya sejumlah terobosan.

"Sektor produksi harus ada inovasi agar tetap bertumbuh dan distribusi pun harus dipikiran juga secara cermat, dan terobosan-terobosan secara virtual harus dilakukan karena saat pandemi ini basis website sangat penting,” katanya.* (Jaja)


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR