Ekonomi Kreatif

Pemerintah Harus Bantu Memasarkan Sektor Kreatif

Editor DPRD Bandung
Jumat, 4 September 2020
Dani/Humpro DPRD Kota Bandung
Panitia Khusus (Pansus) 7 DPRD Kota Bandung turut serta diskusi kelompok terpumpun Sinkronisasi Regulasi Pusat dan Daerah tentang Ekonomi Kreatif di Hotel Aryaduta, Kota Bandung, Jumat (4/9/2020).* 

HumasDPRD-Kota Bandung merupakan salah satu kota Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Indonesia. Terlebih dalam dengan berbagai komunitas-komunitas kreatif yang muncul di berbagai bidang, seperti musik, fesyen, game, aplikasi dan masih banyak lagi. 

Ketua Pansus 7 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Asep Mulyadi menuturkan bahwa sektor kreatif Kota Bandung juga harus didorong untuk dapat dipasarkan, sehingga memiliki nilai ekonomi bagi para pelaku atau pegiat ekonomi kreatif. 

"Dengan Raperda Ekonomi Kreatif yang sedang disusun, maka diharapkan dapat memiliki nilai jual dan bisa dipasarkan," ungkapnya pada Diskusi Kelompok Terpumpun Sinkronisasi Regulasi Pusat dan Daerah tentang Ekonomi Kreatif di Hotel Aryaduta, Kota Bandung, Jumat (4/9/2020). 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Pansus 7 DPRD Kota Bandung, Rizal Khairul berharap adanya nilai-nilai lokal dalam ekonomi kreatif di Kota Bandung. 

Selain itu, menurutnya sektor ekonomi kreatif harus juga melibatkan dinas lain selain Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, seperti Dinas KUKM, Dinas Perdagangan dan Industri dan lain sebagainya. 

"Kita melihat bagaimana di pusat akan ekonomi kreatif ini, yang akan direfleksikan ke Perda Ekonomi Kreatif Kota Bandung," ujarnya. 

Anggota Pansus 7 DPRD Kota Bandung lainnya,  Erwin menerangkan bahwa salah satu kendala bagi para pelaku ekonomi kreatif atau UMKM adalah permodalan. Sehingga dibutuhkan keberpihakan pemerintah agar ekonomi kreatif bisa berkembang di kota yang berjuluk "Parijs Van Java" tersebut. 

Pihaknya berharap dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, maka pemerintah dapat memberikan kemudahan dan bantuan bagi para pelaku ekonomi kreatif. Dengan demikian, dapat menjadi salah satu potensi dalam meningkatkan ekonomi ditengah masyarakat. 

"Mudah-mudahan ekonomi kreatif dapat menjadi potensi perekonomian di Kota Bandung, yang dapat membantu menyejahterakan masyarakat luas," ucapnya. 

Sementara itu, Direktur Regulasi dan Standardisasi Bekraf, Sabartua Tampubolon menambahkan bahwa potensi Ekonomi Kreatif di Kota Bandung cukup besar, bahkan masuk peringkat top 10 kota kreatif di Indonesia. 

"Tujuannya baik di pusat dan daerah, adalah mengarusutamakan Ekonomi Kreatif dalam rencana pembangunan nasional," tambahnya.* (Rio)


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR