Pemulihan Ekonomi Jadi Fokus Kota Bandung

Editor DPRD Bandung
Jumat, 6 Agustus 2021
Satria/Humpro DPRD Kota Bandung.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Tedy Rusmawan memimpin Rapat Badan Anggaran terkait RKUA dan PPAS Tahun Anggaran 2022 Bidang Belanja, secara virtual, Jumat (6/8/2021).

HumasDPRD - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Tedy Rusmawan mengatakan bahwa pemulihan sektor ekonomi pasca pandemi Covid-19 menjadi salah satu fokus pada tahun 2022.

Hal tersebut ia sampaikan ketika memimpin Rapat Badan Anggaran terkait RKUA dan PPAS Tahun Anggaran 2022 Bidang Belanja, secara virtual, Jumat (6/8/2021).

Menurut Tedy, upaya maupun anggaran yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Bandung dalam pemulihan ekonomi masih belum maksimal. Hal ini berdampak pada pendapatan daerah yang masih belum optimal.

"Salah satunya yang menjadi sorotan terkait dampak dari Covid-19 untuk pemulihan ekonomi. Ada banyak catatan terkait pengananan ekonomi yang masih belum menunjukkan hasil yang signifikan," tuturnya.

Tedy menambahkan, berbagai upaya dan anggaran yang diterapkan oleh Pemkot Bandung harus dapat dirasakan manfaatnya dalam membangkitkan sektor perekonomian masyarakat, mulai dari Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) hingga perusahaan-perusahaan besar.

"Maka harus ada upaya dan bantuan konkret bagi UMKM bahkan hingga perusahaan besar, untuk bangkit lagi dalam rangka pemulihan ekonomi," ujarnya.

Selain itu, DPRD Kota Bandung juga menyoroti persoalan lapangan kerja bagi masyarakat. Tidak sedikit masyarakat yang kehilangan pekerjaannya akibat dampak pandemi Covid-19.

"Maka mohon terkait belanja yang tidak efektif dan tidak efisien, untuk dipertimbangkan kembali," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Bandung, Heri Hermawan mengatakan bahwa tenaga kerja memiliki pengaruh yang cukup besar dalam pemulihan ekonomi di Kota Bandung.

Dengan kondisi Pandemi Covid-19, maka jumlah pengangguran terbuka di Kota Bandung mengalami peningkatan, sementara itu partisipasi angkatan kerja yang masih rendah.

"Tentu ini harus diperhatikan dalam pemulihan ekonomi, walau jumlah angkatan kerja meningkat tapi partisipasinya masih rendah. Maka Dinas Tenaga Kerja harus melakukan upaya dalam persoalan ini," ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna menuturkan bahwa pihaknya terus melakukan inovasi dan kreativitas dalam mendorong pemulihan ekonomi di Kota Bandung.* (Rio).


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR