Relaksasi Dunia Usaha

Pengusaha Spa Berharap Bisa Beroperasi Kembali

Editor DPRD Bandung
Selasa, 13 Oktober 2020
Dani/Humpro DPRD Kota Bandung
Komisi B DPRD Kota Bandung menerima audiensi Himpunan Industri Pariwisata Hiburan Indonesia (HIPHI) Kota Bandung, terkait relaksasi tempat spa di Gedung DPRD Kota Bandung, Selasa (13/10/2020)*

HumasDPRD-Komisi B DPRD Kota Bandung menerima audiensi Himpunan Industri Pariwisata Hiburan Indonesia (HIPHI) Kota Bandung, terkait relaksasi tempat spa. Meskipun dalam masa adaptasi kebiasaan Bbru (AKB), tempat hiburan tersebut masih belum diperbolehkan beroperasi kembali. 

Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung, Andri Rusmana menerangkan,  para pengelola usaha tempat spa harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga bisa mencegah penyebaran Covid-19 di masa pandemi, meski tempat spa kembali dibuka. 

"Ini tidak bisa dicoba-coba, karena khawatir munculnya kluster baru. Maka harus dipertimbangkan dengan matang," ungkapnya pada audiensi tersebut di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Selasa (13/10/2020). 

Walau demikian, jika di kota atau kabupaten lain di Indonesia, telah membuka tempat spa, maka dapat dilakukan peninjauan di daerah tersebut. Sehingga dapat diketahui  dasar dari dibukanya tempat spa tersebut. 

"Jika ada tempat spa yang buka di suatu daerah, maka bisa dilakukan komunikasi dan koordinasi. Jika memungkinkan maka tidak ada alasan tempat spa untuk tidak beroperasi," ujarnya. 

Pada kesempatan yang sama, Christian Julianto Budiman yang juga merupakan Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung, menerangkan dengan kejadian pandemi Covid-19 maka berdampak pada berbagai sektor kehidupan, termasuk ekonomi. 

"Di tengah pandemi ini, maka harus ada upaya untuk pemulihan kembali ekonomi di Kota Bandung, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan ketat," ujarnya. 

Ketua Komisi B DPRD Kota Bandung, Hasan Faozi menyebutkan, terjadi dilema antara kesehatan dan ekonomi, dimana pemulihan ekonomi tetap diupayakan tanpa harus melonggarkan protokol kesehatan. 

"Kami tentu ingin ada peningkatan pendapatan daerah, tapi di tengah pandemi, maka protokol kesehatan tetap jadi prioritas," ucapnya. 

Sementara itu, Ketua HIPHI Kota Bandung, Barli Iskandar memastikan para pengusaha tempat spa siap untuk melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, jika diizinkan untuk kembali beroperasi. 

"Kami siap menerapkan protokol kesehatan jika kembali beroperasi, dan siap ditutup jika melanggar bahkan jika muncul kluster baru," tambahnya.* (Rio)


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR