Raperda Penyelenggaraan Penanaman Modal Harus Tampung Kearifan Lokal

Editor DPRD Bandung
Selasa, 5 Oktober 2021
Indra/Humpro DPRD Kota Bandung.
Panitia Khusus (Pansus) 8 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung menggelar Rapat Kerja, di Gedung DPRD Kota Bandung, Selasa (5/10/2021).

HumasDPRD - Anggota Panitia Khusus (Pansus) 8 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Siti Nurjanah berharap melalui Raperda Penanaman Modal, maka investasi di Kota Bandung dapat mengoptimalkan potensi di Kota Bandung.

"Dengan hadirnya Raperda Penyelenggaraan Penanaman Modal, maka dapat menampung kearifan lokal di Kota Bandung. Sehingga dapat bersatu dengan potensi yang ada," tuturnya, pada Rapat Kerja Pansus 8, di Gedung DPRD Kota Bandung, Selasa (5/10/2021).

Rapat kerja tersebut diselenggarakan bersama Bapelitbang, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), DPMPTSP, Dinas KUKM dan Bagian Hukum Setda Kota Bandung.

Menurut Siti, kearifan lokal tersebut dapat dikaitkan dengan potensi pelaku UMKM di Kota Bandung. Perda Penyelenggaraan Penanaman Modal harus lebih mengangkat sektor yang menjadi keunggulan UMKM, salah satunya kuliner.

Berdasarkan data BPS Kota Bandung, terdapat sebanyak 111.627 atau 75 persen usaha kuliner dari jumlah total kelompok UMKM 147.073. Adapun jumlah UMKM binaan terdaftar pada Dinas KUMKM yakni 6.409.

"UMKM dipetakan, kemudian dikembangkan menjadi ekonomi kreatif, dengan dukungan investasi atau penanaman modal di Kota Bandung," ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Anggota Pansus 8 DPRD Kota Bandung Wawan M. Usman bahwa penanaman modal di Kota Bandung, dapat menjadi dukungan bagi pelaku usaha kecil. Terlebih dengan kondisi pandemi Covid-19 dalam mendorong pemulihan ekonomi.

Dengan demikian, perda ini mampu berdampak positif bagi masyarakat Kota Bandung, terutama dalam pemulihan maupun jalannya roda perekonomian di Kota Bandung.

"Pelaku usaha kecil ini harus menjadi perhatian, maka dengan hadirnya Raperda Penanaman Modal dapat men-support mereka," katanya.

Sementara itu, Anggota Pansus 8 DPRD Kota Bandung, Rieke Suryaningsih mendukung pertumbuhan usaha di Kota Bandung. Meski begitu, harus tetap memperhatikan tata letak dan ketertiban di tengah masyarakat.

Dengan memasukkan unsur terkait ketertiban di dalam Raperda Penanaman Modal, dengan demikian usaha yang ada di Kota Bandung menjadi tidak semrawut.

"Tumbuhnya usaha di Kota Bandung sangat bagus, tapi perlu diperhatikan tertibnya agar tidak semrawut," ucapnya.

Ketua Pansus 8 DPRD Kota Bandung, Riana menuturkan terkait penanaman modal dan investasi di Kota Bandung membutukan dukungan dari berbagai dinas dan OPD. Harapannya, perda ini dapat memajukan ekonomi dan dirasakan manfaatnya oleh warga Kota Bandung.

"Jadi Perda Penanaman Modal memiliki harmonisasi yang luas. Maka dukungan dari semua pihak yang dibutuhkan," ujarnya.* (Rio)


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR