Tedy Rusmawan Presentasikan Pentingnya Keberlanjutan Visi Bandung Agamis

Editor DPRD Bandung
Kamis, 27 Oktober 2022
Ajie/Humpro DPRD Kota Bandung.
Ketua DPRD Kota Bandung H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., menghadiri focus group discussion (FGD) Kajian Bandung Kota Agamis Tahun 2022, di Hotel Horison, Bandung, Kamis (27/10/2022).

HumasDPRD - Ketua DPRD Kota Bandung H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., menghadiri focus group discussion (FGD) Kajian Bandung Kota Agamis Tahun 2022, di Hotel Horison, Bandung, Kamis (27/10/2022).

Dalam FGD itu, Tedy memberikan presentasi terkait sejarah dan perkembangan keberadaan Bandung Agamis sebagai salah satu visi penopang pembangunan Kota Bandung sesuai janji wali kota dan wakil wali kota Bandung 2018-2023 terpilih, Oded M Danial-Yana Mulyana.

Melalui visi ini, kata Tedy, Kota Bandung melandaskan pembangunan dengan penuh kebaikan dari nilai agama yang dibentuk mulai dari usia dini.

“Tentu harapan besarnya terlahir pembangunan kota dari warga yang jujur, amanah, solutif, itu yang jadi harapan kita bersama. Tentu diawali dengan pemahaman keagamaan,” tuturnya.

Dalam paparannya, Tedy menjelaskan bahwa visi Bandung Agamis merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Visi ini merupakan manifestasi dari kesempurnaan kehidupan beragama sebagai wujud perintah Tuhan bahwa tujuan akhir dari kehidupan beragama harus mampu menjadi rahmat bagi alam semesta.

“Terwujudnya masyarakat yang agamis adalah kondisi yang harus hadir sepanjang masa,” ujarnya.

Dalam masyarakat yang agamis, kata Tedy, semua warga masyarakat mengamalkan ajaran agama masing- masing ke dalam bentuk cara berfikir, bersikap dan berbuat.

“Ajaran agama tidak saja hanya dijadikan kegiatan ritual namun juga diimplementasikan ke dalam pencapaian pelaksanaan pembangunan dan pengembangan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, visi Bandung Agamis terefleksikan dalam pernyataan misi ke-1 dari 5 Misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung yakni “Membangun Masyarakat yang Humanis, Agamis, Berkualitas, dan Berdaya Saing.”

Pelaksanaan misi dilakukan dengan strategi-strategi di antaranya “Memfasilitasi Terwujudnya Pembinaan Umat Beragama.”

“Kita memahami yang dijadikan konsep almarhum Mang Oded dan dilanjutkan Pak Yana ini menjadi ruh Kota Bandung,” ujarnya.

Misi ini diwujudkan melalui program-program di antaranya pembangunan keluarga yang kokoh berbasis nilai agama dan budaya. Misi ini mendorong agar keluarga-keluarga Kota Bandung menjadi fondasi hidup bermasyarakat.

“Kalau keluarga kuat, negara pun akan hebat. Pendidikan ini diawali dari rumah masing-masing,” ujar Tedy.

Selain itu, ada pula program memfasilitasi peningkatan kesejahteraan sumberdaya manusia di bidang keagamaan, serta fasilitasi pembangunan sarana dan prasarana serta penyelenggaraan kegiatan bidang keagamaan.

“Kita berharap kegiatan keagamaan di tempat ibadah dari waktu ke waktu semakin semarak,” katanya.

Tedy menuturkan, manusia perlu pula spiritual yang unggul. Jika visi Bandung Unggul menitikberatkan pada keunggulan manusia Kota Bandung dari sisi intelektual, visi Bandung Agamis dalam koridor religiositas sesuai agama masing-masing akan membangun manusia yang lengkap yaitu yang unggul intelektualnya, unggul spiritualitasnya, sejahtera jasmaninya, dan lingkungan hidup yang nyaman serta beradab.

Dalam misi ini juga terdapat janji Kepala Daerah Untuk Bandung Agamis 2018-2023 melalui Gerakan Menyemarakkan Tempat Ibadah. Meski saat ini Kota Bandung belum mendeklarasikan bebas Covid-19 seturut aturan pemerintah pusat, tetapi ia berharap tempat ibadah ini semakin semarak.

“Orang kreatif banyak sekali. Tetapi masih banyak PR terutama bagi anak muda. Mereka butuh pendekatan lebih menarik, pendekatan lebih persuasif, supaya mereka mau ke tempat ibadah,” ujarnya.

Janji wali kota lainnya yang tertuang untuk visi dan misi ini juga mengamanatkan peningkatan intensif untuk guru mengaji bagi umat Muslim serta bagi guru agama lainnya.

Janji wali kota juga menggratiskan sertifikasi tempat ibadah.

Dalam program Bandung Bersatu, Tedy menekankan pembangunan dalam bingkai kebersatuan antarumat beragama. Program rutin silaturahmi tokoh agama dan lintas agama ini telah dimulai sejak Oded M Danial memimpin Bandung.

“Sebelum perayaan hari besar agama, selalu mengundang tokoh agama. Dimulai dari era Wali Kota Bandung Oded M Danial. Kita memahami keberagaman Indonesia ini luar biasa kita harus memuliakan agama. Bagi umat Islam, Bandung Bersatu ini mendorong ASN dan juga publik lainnya untuk salat berjamaah tepat waktu. Itu modal bagi kita bangsa maju yang dimulai dari kedisiplinan,” katanya.

Yang turut hadir dari visi Bandung Agamis ini yakni program Bandung Berbagi. Tedy mengatakan, banyak penghargaan bagi Indonesia sebagai negara paling dermawan.

“Jadi, jangan pernah mengecilkan kontribusi kecil yang tentu di lapangan berdampak besar. Masyarakat Tionghoa Peduli saat pandemi gerak cepat menggulirkan bantuan bagi masyarakat,” tuturnya.

Dalam visi Bandung Agamis ini juga memasukkan upaya mendorong kesejahteraan bagi warga yang peduli dalam sisi keagamaan ini. Terdapat program 1 Koperasi Masjid di setiap masjid jami kelurahan.

“Banyak yang terlilit rentenir. Kami memahami betul permasalahan ini. Tentu kami terbuka jika ada masukan lain yang positif untuk memenuhi misi ini. Program-program ini tentu sudah berjalan baik dan saya harap terus dipertahankan,” tutur Tedy.* (Editor)


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR