Rapat Evaluasi Penerapan AKB

Tedy Usulkan Rapid Test Terbuka dan Gratis

Editor DPRD Bandung
Jumat, 7 Agustus 2020
Humpro DPRD Kota Bandung
Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan menyampaikan usulan pada rapat Evaluasi Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kota Bandung, bersama Gugus Tugas Covid-19 di Balaikota Bandung, Jumat (7/8/2020)

HumasDPRD-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Tedy Rusmawan, AT., MM, menyampaikan rekomendasi kepada Pemerintah Kota Bandung agar dilakukan rapid test terbuka dan gratis untuk masyarakat. Usulan tersebut disampaikan dalam  rapat Evaluasi Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kota Bandung, bersama Gugus Tugas Covid-19 di Balaikota Bandung, Jumat (7/8/2020).

"Jika mencermati data, sejak 3 Juli AKB hingga pekan ini, datanya masih dalam tahap waspada. Secara akumulatif positif bertambah 37, positif aktif 12, ini warning harus berhati-hati. Kami mendorong Dinkes buka ruang rapid test terbuka, gratis, dan disosialisasikan pada msyarakat. Karena di beberapa daerah ada rapid test dan PCR misal di tempat car free day," jelas Tedy.

Selain itu, terkait klaster perkantoran, Tedy mendorong Pemkot Bandung membuat SOP khusus yang tercantum dalam Perwal nomor 43 tahun 2020, atau dalam Inpres nomor 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin Protokol Kesehatan.

"Terkait mulai ramainya klaster perkantoran, ini masukan SOP protap covid 19 di perkantoran, agar jelas. Misal berapa jam jika rapat di ruangan ber-AC, suhunya berapa, dan yang lainnya harus dirinci secara jelas," ujar Tedy.

Rekomendasi lainnya yang disampaikan Tedy ialah terkait aspirasi dari pegiat pariwisata, salah satunya tempat hiburan yang sudah  beraudiensi untuk minta segera dibuka. 

"Terkait tempat hiburan, selain pengajuan pada Pemkot untuk dibuka, pertama, SOP juga harus jelas dari perusahaan seperti apa penanganan covid jika tempat usahanya dibuka, kedua, membuat perjanjian bila terjadi penularan dalam tempat tersebut agar bertanggungjawab, ketiga, siap menerima sanksi jika melanggar protap kesehatan dalam penanganan covid-19," kata Tedy.

Berhubungan dengan hal tersebut, Tedy juga berharap diadakan satgas khusus terkait peningkatan ekonomi atau recovery ekonomi di Kota Bandung. 

"Selain satgas penanganan covidnya sendiri, kita buat satuan tugas untuk recovery ekonomi di Kota Bandung, juga satgas untuk klaster perkantoran," kata Tedy.

Melihat perkembangan penanganan covid-19 di Kota Bandung, Tedy sangat optimis jika masyarakat Kota Bandung pun bisa ikut serta menangani pencegahan penyebaran covid-19 dengan menerapkan protap kesehatan untuk penanganan covid-19.

"Secara penanganan optimis, meskipun data ada penambahan, namun tidak signifikan. Untuk bisa tertangani kita bisa harus menumbuhkan optimisme kuat dalam penanganan ini, berharap masyarakat pun ikut terus membantu dalam penanganan covid ini," pungkas Tedy. *dprd.bandung.go.id


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR