Tingkatkan Taraf Ekonomi Warga dengan Pelatihan Keterampilan Membuat Kue

Editor DPRD Bandung
Rabu, 24 November 2021
Jaja/Humpro DPRD Kota Bandung.
Anggota DPRD Kota Bandung Nunung Nurasiah, S.Pd., membuka kegiatan pelatihan pembuatan pastry, di Akademi Pariwisata Bandung (Akpari) Bandung, Jalan Cipamokolan, Bandung, Rabu (24/11/2021).

HumasDPRD - Anggota DPRD Kota Bandung Nunung Nurasiah, S.Pd., membuka kegiatan pelatihan pembuatan pastry, di Akademi Pariwisata Bandung (Akpari) Bandung, Jalan Cipamokolan, Bandung, Rabu (24/11/2021).

Kegiatan pembentukan wirausaha baru tersebut merupakan realisasi ajuan aspirasi reses pada tahun 2019, dengan pelaksanaan hasil kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung.

Nunung mengatakan, tujuan dari diselenggarakannya kegiatan pelatihan ini sebagai upaya meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, sekaligus menekan angka pengangguran di Kota Bandung.

Sebab, berdasarkan data yang dimiliki Disnaker Kota Bandung, tingkat pengangguran meningkat signifikan selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Tercatat pada akhir tahun 2019 angka pengangguran hanya sebanyak 105 ribu lebih atau 8,16 persen, namun di akhir tahun 2020 melonjak menjadi 147 ribu lebih atau 11,19 persen.

"Maksud tujuan dari kegiatan ini selain menumbuhkan keterampilan sumber daya manusia, tetapi juga menciptakan para entrepreneur atau wirausahawan baru di Kota Bandung, yang akhirnya dapat mengentaskan tingkat pengangguran di Kota Bandung, yang melonjak sekitar 3,03 persen atau 32 ribu dari tahun 2019 ke 2020," ujar Nunung.

Nunung menuturkan, permasalahan tingkat pengangguran di Kota Bandung menjadi persoalan serius yang harus dihadapi dan ditangani secara bersama-sama, khususnya Pemerintah Kota Bandung demi kesejahteraan masyarakatnya.

Oleh karena itu, melalui kegiatan ini bisa menjadi wujud perhatian dirinya kepada para konstituen di daerah pemilihan (dapil) lima Kota Bandung, yang telah menitipkan amanahnya untuk menjadi wakil rakyat.

"Ini merupakan kewajiban dan tanggung jawab morel saya yang telah menerima amanah masyarakat. Apalagi menjadi anggota dewan itu bukan hanya sebuah representasi masyarakat, tapi juga harus bermanfaat bagi warga masyarakatnya," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia pun meminta agar para peserta pelatihan dapat mengikuti program pelatihan yang berlangsung selama tujuh hari tersebut sebaik mungkin.

"Dengan telah dimilikinya ilmu dari pelatihan pastry ini, diharapkan para peserta selain dapat meringankan beban kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat membuka kesempatan hadirnya lapangan pekerjaan baru, yang dapat dimanfaatkan masyarakat lainnya, sehingga tingkat pengangguran Kota Bandung pun dapat ditekan," katanya.* (Permana)


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR